Cynthia Erivo secara terbuka membahas spekulasi bertahun-tahun tentang hubungan romantisnya dengan Ariana Grande, menyusul rumor bahwa kedekatan mereka memengaruhi tidak masuknya mereka dalam nominasi Oscar tahun ini. Para aktris, yang ikut membintangi Wicked, menghadapi pengawasan ketat atas penampilan kemesraan mereka di depan umum, memicu teori penggemar dan tuduhan romansa rahasia meskipun keduanya sudah menjalin hubungan.
Akar Rumor
Spekulasi ini dimulai selama tur pers Wicked, di mana kedekatan Erivo dan Grande menyebabkan meme dan lelucon viral. Seperti yang dikatakan Erivo baru-baru ini kepada Stylist, masyarakat berjuang untuk menerima kemungkinan hubungan yang mendalam dan non-romantis antara dua wanita.
“Orang-orang tidak mengerti bagaimana dua wanita bisa menjadi teman – dekat – dan bukan kekasih… Hanya ada sedikit percakapan seputar persahabatan platonis wanita yang mendalam dan nyata.”
Reaksi ini, menurut Erivo, menunjukkan ketidaknyamanan budaya yang lebih luas terhadap kuatnya persahabatan perempuan yang tidak sesuai dengan ekspektasi tradisional. Masyarakat cenderung melakukan seksualisasi terhadap hubungan dekat antar perempuan, dengan asumsi romansa padahal sebenarnya tidak ada.
Oscar Snub dan Kritik di Balik Layar
Aktris-aktris tersebut dikecualikan dari nominasi Oscar 2024 untuk Wicked: Part One, meskipun telah menerima pengakuan sebelumnya atas karya mereka. Para pemilih Anonymous Academy telah mengisyaratkan kemungkinan alasan penolakan tersebut. Seorang pemilih mengatakan kepada NewsNation bahwa film itu sendiri kurang memuaskan, dan para pemeran utama menghabiskan sebagian besar waktu dalam film tersebut. Yang lain mengklaim bahwa penampilan promosi mereka “menyeramkan” dan “tidak autentik.”
Pemilih yang sama juga berpendapat bahwa kehadiran Erivo dan Grande yang intens di karpet merah mungkin telah mengasingkan beberapa profesional industri. Persepsi chemistry mereka, meski kuat di layar, tampaknya membebani acara promosi bagi sebagian orang.
Pada akhirnya, komentar Erivo menjadi pengingat bahwa persepsi publik sering kali gagal mengenali ikatan platonis sejati antara perempuan, dan keputusan industri sering kali dibentuk oleh reaksi subjektif terhadap perilaku selebriti.
