Variasi Latihan Terkait dengan Menurunkan Risiko Kematian Dini

17

Sebuah studi baru yang menganalisis data kesehatan selama lebih dari tiga dekade terhadap lebih dari 111.000 orang dewasa mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara berbagai aktivitas fisik dan umur panjang. Orang yang melakukan olahraga dengan rentang aktivitas terluas menunjukkan 19% risiko kematian dini lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang melakukan aktivitas olahraga paling sedikit, berapa pun total durasi olahraganya.

Mengapa Keberagaman Penting: Lebih dari Sekadar “Menjadi Aktif”

Selama bertahun-tahun, para ahli kesehatan telah menganjurkan olahraga yang konsisten. Namun, penelitian ini menggarisbawahi bahwa mengulangi latihan yang sama tidaklah optimal. Tubuh manusia beradaptasi dengan cepat; berpegang pada satu rutinitas akan mengurangi efektivitasnya seiring berjalannya waktu. Memperkenalkan aktivitas yang berbeda akan memaksa tubuh untuk terus menyesuaikan diri, membangun ketahanan, dan meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental.

Han Han, penulis studi utama dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, menjelaskan bahwa “kebiasaan melakukan berbagai aktivitas berbeda dapat memberikan manfaat fisik dan mental melalui berbagai jalur.” Artinya, memvariasikan rutinitas olahraga Anda akan menstimulasi kelompok otot, sistem kardiovaskular, dan bahkan fungsi kognitif yang berbeda, sehingga memaksimalkan peningkatan kesehatan.

Temuan Studi: Lebih Dari Sekadar Korelasi

Para peneliti menganalisis data selama lebih dari 30 tahun, termasuk aktivitas mulai dari aktivitas berat seperti berlari dan mengangkat beban hingga gerakan yang tidak terlalu berat seperti berkebun dan menaiki tangga. Temuan yang mengejutkan adalah bahwa manfaat variasi konsisten di semua tingkat aktivitas. Baik peserta yang sangat aktif atau sedang, mereka yang memiliki rutinitas beragam akan hidup lebih lama.

Albert Matheny, salah satu pendiri SoHo Strength Lab, menyoroti hal ini dengan mengatakan, “Ketika Anda dihadapkan pada lebih dari satu stimulus, hal itu membuat Anda lebih tangguh. Hal ini terkait dengan umur panjang.” Intinya, tubuh tidak menjadi berpuas diri; hal ini tetap menantang dan mudah beradaptasi.

Cara Menerapkan Variasi: Langkah Praktis

Penelitian ini tidak menentukan perpaduan yang “sempurna”, namun ada pedomannya. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan setidaknya 150 menit latihan kardio intensitas sedang (berlari, berenang, bersepeda) per minggu, di samping latihan kekuatan selama dua hari. Latihan bergilir dalam kategori ini dapat lebih meningkatkan manfaat. Misalnya, mengganti bench press dengan push-up atau lari interval dengan joging dalam kondisi stabil.

Menambahkan aktivitas sehari-hari seperti berkebun atau jalan cepat juga dapat berkontribusi pada rutinitas yang menyeluruh. Matheny menekankan bahwa mempertahankan pendekatan yang beragam akan menjaga persendian dan otot tetap sehat, dan membuat olahraga tetap menarik.

Kesimpulan utamanya adalah gaya hidup aktif itu bagus, namun gaya hidup yang dapat beradaptasi bahkan lebih baik lagi. Tubuh berkembang dengan hal-hal baru, dan mendiversifikasi pola kebugaran Anda mungkin merupakan cara paling efektif untuk memaksimalkan umur panjang.