Mode Tersembunyi Kanker: Bagaimana Tumor Bersembunyi dari Sistem Kekebalan Tubuh

12

Para peneliti telah mengungkap mekanisme penting yang membuat sel kanker menghindari deteksi kekebalan tubuh, sehingga menawarkan target terapi baru yang potensial. Penelitian yang dipublikasikan di Cell, mengungkapkan bahwa protein MYC, yang telah lama dikenal sebagai pendorong pertumbuhan tumor, juga secara aktif menekan pertahanan alami tubuh dengan membungkam sinyal alarm internal. Penghalangan fungsi ini pada hewan laboratorium menyebabkan keruntuhan tumor dengan cepat, menunjukkan terobosan besar dalam pengobatan kanker.

Protein MYC: Ancaman Ganda

MYC adalah pendorong utama pembelahan sel yang tidak terkendali pada banyak jenis kanker. Namun para ilmuwan menemukan bahwa hal ini tidak hanya mendorong pertumbuhan; itu juga memanipulasi sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, MYC mengaktifkan gen yang mendorong pertumbuhan sel. Namun, dalam tumor yang tumbuh dengan cepat, MYC berganti peran: alih-alih berikatan dengan DNA, ia berikatan dengan RNA, membentuk kelompok padat yang bertindak seperti pusat molekuler.

Pusat-pusat ini memusatkan protein, termasuk kompleks eksosom, yang menghancurkan hibrida RNA-DNA. Hibrida ini biasanya merupakan sinyal bahaya, mengingatkan sistem kekebalan terhadap gangguan seluler. Dengan menghilangkan sinyal-sinyal ini, MYC secara efektif menonaktifkan kemampuan tubuh untuk mengenali dan menyerang tumor.

Bagaimana Kanker Membungkam Alarmnya Sendiri

Kompleks eksosom biasanya memecah hibrida RNA-DNA yang rusak yang bertindak sebagai sinyal marabahaya. Para peneliti menemukan bahwa MYC mengatur penghancuran hibrida ini, mematikan alarm kekebalan sebelum dapat mengaktifkan pertahanan. Ini berarti sistem kekebalan tubuh tidak pernah menganggap tumor sebagai ancaman.

Tim membuktikan bahwa penghindaran kekebalan ini terpisah dari peran MYC dalam mendorong pertumbuhan sel. Hanya memblokir fungsi pengikatan RNA pada MYC, tanpa memengaruhi aktivitas pemacu pertumbuhannya, menghasilkan penyusutan tumor secara dramatis pada model hewan. Tumor dengan MYC yang rusak menyusut sebesar 94% dalam 28 hari, namun hanya pada hewan dengan sistem kekebalan yang utuh.

Pendekatan Bertarget untuk Pengobatan Kanker

Upaya sebelumnya untuk mematikan MYC sepenuhnya telah gagal karena efek samping yang berbahaya pada sel-sel sehat. Namun penemuan baru ini menawarkan pendekatan yang lebih tepat. Obat-obatan di masa depan dapat secara spesifik menghambat kemampuan pengikatan RNA MYC, membiarkan fungsi pemacu pertumbuhannya tetap utuh sekaligus membuat tumor terkena serangan kekebalan. Strategi ini pada akhirnya dapat memungkinkan sistem kekebalan mengenali dan menghancurkan sel-sel kanker tanpa toksisitas yang luas.

Penelitian dan Implikasinya di Masa Depan

Penerapan klinis masih memerlukan waktu beberapa tahun lagi. Para peneliti perlu memahami bagaimana hibrida RNA-DNA yang mengaktifkan kekebalan keluar dari inti sel dan bagaimana pengikatan RNA MYC membentuk lingkungan tumor.

David Scott, Direktur Cancer Grand Challenges, penelitian ini menunjukkan kekuatan kolaborasi internasional dalam mengatasi tantangan kanker yang kompleks. Temuan ini memiliki implikasi luas, berpotensi berdampak pada kanker pada orang dewasa dan anak-anak.

“Mengungkap mekanisme yang digunakan tumor untuk bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh dapat membuka kemungkinan baru untuk pengobatan.”

Penelitian ini merupakan upaya kolaboratif yang didanai oleh Cancer Research UK, Children Cancer Free Foundation (Kika), dan French National Cancer Institute (INCa), yang menyoroti pentingnya kerja sama global dalam memajukan penelitian kanker.