Penelitian Baru Menghubungkan Konsumsi Erythritol dengan Potensi Risiko Stroke

12

Meskipun banyak konsumen beralih ke pengganti gula untuk mengatur berat badan atau mengontrol glukosa darah, temuan ilmiah baru menunjukkan bahwa salah satu pemanis populer—erythritol —dapat membawa risiko kardiovaskular yang tidak terduga.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology telah mengidentifikasi perilaku seluler spesifik yang terkait dengan eritritol yang berpotensi meningkatkan kemungkinan stroke dan serangan jantung.

Memahami Eritritol

Erythritol adalah gula alkohol yang sering digunakan dalam produk “bebas gula”, termasuk protein batangan, minuman olahraga, dan berbagai makanan ringan rendah karbohidrat. Ini telah mendapatkan popularitas besar sebagai alternatif bebas kalori dibandingkan gula tradisional dan pemanis lainnya seperti aspartam atau sukralosa.

Penting untuk membedakan antara eritritol alami dan tambahan:
Tingkat alami: Tubuh manusia memproduksi eritritol dalam jumlah kecil sebagai bagian dari metabolisme normal.
Tingkat tambahan: Mengonsumsi eritritol melalui makanan olahan dapat meningkatkan kadar kira-kira 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan yang terjadi secara alami di dalam tubuh.

Temuan Lab: Bagaimana Sel Bereaksi

Dalam studi ini, para peneliti memaparkan sel manusia—khususnya sel yang melapisi pembuluh darah di otak—dengan 30 gram eritritol. Dosis ini dimaksudkan untuk meniru jumlah yang ditemukan dalam minuman dengan pemanis buatan pada umumnya.

Para peneliti mengamati beberapa perubahan terkait perilaku sel-sel ini:
* Nitric Oxide Berkurang: Sel-sel memproduksi lebih sedikit oksida nitrat, sebuah molekul penting yang membantu pembuluh darah rileks dan melebar untuk menjaga aliran darah yang sehat.
* Peningkatan Endotelin-1: Sel menunjukkan kadar protein ini lebih tinggi, yang menyebabkan pembuluh darah menyempit.
* Gangguan Respons Gumpalan: Sel-sel tidak merespons secara efektif terhadap trombin, suatu senyawa yang terlibat dalam pembekuan darah.
* Stres Oksidatif: Sel-sel memproduksi lebih banyak radikal bebas, yang terkait dengan peradangan tubuh.

“Meskipun eritritol secara umum dianggap aman dan tidak meningkatkan kadar glukosa darah, temuan kami meningkatkan kekhawatiran tentang potensi efeknya pada otak,” kata penulis utama studi dari University of Colorado, Boulder.

Konteks dan Peringatan Penting

Meskipun hasil ini signifikan, para ahli medis mendesak agar berhati-hati dalam menafsirkannya. Penting untuk memahami perbedaan antara penelitian in vitro dan kesehatan manusia di dunia nyata.

1. Faktor “Cawan Petri”.

Penelitian dilakukan in vitro (di laboratorium menggunakan sel dalam cawan). Seperti yang ditunjukkan oleh ahli saraf Dr. Clifford Segil, temuan dalam cawan petri tidak selalu berarti organisme hidup. Penelitian lebih lanjut yang melibatkan hewan atau manusia diperlukan untuk memastikan apakah reaksi seluler ini benar-benar menyebabkan stroke klinis.

2. Kekhawatiran Dosis

Pakar nutrisi, termasuk Ahli Diet Terdaftar Jessica Cording, mencatat bahwa dosis 30 gram yang digunakan dalam penelitian ini berada pada batas yang lebih tinggi dari apa yang mungkin dikonsumsi seseorang. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah risiko tersebut terkait dengan konsumsi dalam jumlah sedang atau hanya karena penggunaan yang berlebihan dan sering.

3. Tren Pemanis Buatan yang Lebih Luas

Erythritol tidak dipelajari secara terpisah. Sebuah penelitian lebih besar pada tahun 2025 yang diterbitkan di Neurology yang melibatkan lebih dari 12.000 orang dewasa menunjukkan bahwa tingginya konsumsi berbagai pemanis buatan—termasuk aspartam, sakarin, dan xylitol—berhubungan dengan penurunan keterampilan kognitif dan memori yang jauh lebih cepat.

Rekomendasi Ahli

Pada tahap ini, para ahli tidak menyerukan pelarangan total terhadap erythritol, namun mereka menyarankan konsumsi secara hati-hati.

Karena mekanisme pasti bagaimana eritritol mengubah sinyal sel masih belum jelas, saran umum dari ahli jantung dan ahli gizi adalah:
Label pantau: Waspadai berapa banyak eritritol yang ada dalam camilan “diet” atau “rendah karbohidrat” Anda.
Batasi asupan: Hindari ketergantungan berlebihan pada produk yang menggunakan gula alkohol dalam jumlah tinggi.


Kesimpulan: Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah eritritol secara langsung menyebabkan stroke pada manusia, bukti laboratorium terkini menunjukkan bahwa dosis tinggi dapat berdampak negatif pada fungsi pembuluh darah. Untuk saat ini, moderasi tetap menjadi pendekatan paling aman bagi mereka yang menggunakan pengganti gula.