Bisakah “Yoga Wajah” Membalikkan Penuaan? Studi Baru Menawarkan Hasil yang Beragam

13

Upaya untuk mempertahankan penampilan awet muda adalah industri bernilai miliaran dolar, namun penyelidikan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa rahasia untuk terlihat lebih muda mungkin tidak ditemukan dalam botol, namun dalam rutinitas olahraga. Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam JAMA Dermatology telah mengeksplorasi manfaat potensial dari senam wajah —sering disebut sebagai “yoga wajah”—dan hasilnya telah memicu perdebatan di kalangan dokter kulit.

Studi: Menguji Teori “Yoga Wajah”.

Untuk menyelidiki apakah senam wajah dapat mengubah penampilan fisik seseorang, para peneliti melakukan uji coba terkontrol yang melibatkan wanita berusia 40 hingga 65 tahun. Prosesnya sangat ketat:

  1. Pelatihan: Peserta menerima dua sesi pelatihan untuk mempelajari gerakan wajah tertentu.
  2. Rutin: Selama delapan minggu pertama, peserta melakukan latihan selama 30 menit setiap hari. Dari minggu kesembilan hingga minggu ke 20, frekuensinya bergeser ke dua hari sekali.
  3. Evaluasi: Dokter kulit memeriksa 19 fitur wajah yang berbeda melalui fotografi profesional yang diambil pada awal, pada minggu ke delapan, dan pada minggu ke 20.

Meskipun penelitian ini menghadapi tantangan dalam hal retensi peserta – hanya 16 dari 27 perempuan yang menyelesaikan program 20 minggu penuh – temuan ini patut dicatat secara statistik. Dokter mengamati peningkatan rasa penuh di pipi atas dan bawah, sehingga mereka memperkirakan bahwa para peserta rata-rata terlihat dua tahun lebih muda dibandingkan saat awal penelitian.

Pandangan Skeptis: Korelasi vs. Penyebab

Meskipun hasil visualnya menjanjikan, komunitas medis tetap berhati-hati. Para ahli menunjukkan beberapa peringatan penting yang menyarankan agar kita tidak memandang yoga wajah sebagai “peluru ajaib” dulu.

Bias “Pengguna yang Rajin”.

Joshua Zeichner, dokter kulit bersertifikat di Mount Sinai Medical Center, berpendapat bahwa hasil tersebut mungkin dipengaruhi oleh faktor gaya hidup. Dia mencatat bahwa individu yang cukup berkomitmen untuk melakukan latihan wajah selama 30 menit setiap hari kemungkinan besar juga lebih disiplin dalam perawatan kulit, hidrasi, dan perlindungan terhadap sinar matahari. Kebiasaan-kebiasaan ini, bukan olahraga itu sendiri, bisa menjadi pendorong sebenarnya dari penampilan yang lebih muda.

Resiko Munculnya Kerutan Baru

Ada juga potensi kerugian dari gerakan otot yang berulang. Gary Goldenberg, asisten profesor klinis dermatologi, memperingatkan bahwa meskipun olahraga dapat menambah volume pada area tertentu, kontraksi otot yang berulang sebenarnya dapat memperburuk garis ekspresi, sehingga berpotensi menyebabkan lebih banyak kerutan seiring berjalannya waktu.

Cara Mencobanya: Contoh Latihan

Bagi mereka yang tertarik untuk menguji metode ini, penelitian ini menggunakan gerakan spesifik yang dirancang untuk menargetkan tonus otot. Dua contohnya meliputi:

  • The Cheek Lifter: Bentuk mulut “O”, posisikan bibir atas di atas gigi, dan tersenyumlah untuk mengangkat otot pipi. Gunakan jari Anda untuk menopang bagian atas pipi dengan ringan saat Anda melepaskan dan mengangkat otot lagi.
  • Happy Cheeks Sculpting: Tersenyumlah tanpa memperlihatkan gigi, kerutkan bibir, dan paksakan otot pipi ke atas. Letakkan jari Anda di sudut mulut dan geser ke arah atas pipi, tahan ketegangan selama 20 detik.

Ringkasan

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa senam wajah dapat meningkatkan kepenuhan pipi dan menciptakan estetika yang lebih muda, ukuran sampel yang kecil dan potensi bias gaya hidup berarti diperlukan lebih banyak penelitian. Pada akhirnya, yoga wajah mungkin menawarkan cara untuk mengencangkan otot-otot wajah, tetapi yoga harus dilakukan sebagai suplemen—bukan pengganti—rejimen perawatan kulit yang komprehensif.